Turkistan-Rusia (atau Transoksus) merupakan daerah yang sangat luas di wilayah Asia Tengah. Wilayahnya meliputi daerah antara Sungai Jaihun (kini: Sungai Amu Darya) dan Sungai Saihun (kini: Sungai Syra Darya) serta daerah-daerah yang berada di sekitarnya. Kedua sungai itulah yang menyuplai persediaan air di Danau Aral (bagian negara Uzbekistan dan Kazakhstan). Dalam sejarah, Turkistan-Rusia telah dikenal oleh bangsa Arab dahulu dengan sebutan daerah belakang (sebelah timur) Sungai Jaihun. Disebut dengan Turkistan-Rusia untuk membedakan dengan Turkistan-Cina yang kini bernama Sinkiang. Turkistan-Rusia kini terbagi menjadi 5 negara yaitu: Kazakhstan, Kisgirtan, Uzbekistan, Tajikistan dan Turkmenistan. Dan Bukhara merupakan salah satu kota terpenting di negara Uzbekistan.
Bukhara adalah sebuah kota tua yang dikenal sebagai tempat wisata yang paling indah, memiliki kebun yang banyak dan luas serta buah-buahan yang menarik dan ranum rasanya. Kota ini berada di sebelah timur sungai Jaihun dengan jarak tempuh dua hari perjalanan. Dan berada di sebelah barat Samarkand (Uzbekistan) dengan jarak tempuh delapan hari perjalanan.
Kota ini telah melahirkan sosok ahli hadits yang cukup disegani semisal Al-Imam Al-Bukhari dan semisalnya.
Beliau mulai menghafal hadits sekitar umur 10 tahun di madrasah anak-anak (Kuttab). Setelah itu, beliau belajar kepada seorang ahli hadits terkenal bernama Ad-Dakhili. Suatu hari Ad-Dakhili membacakan hadits kepada manusia: “… Sufyan (telah meriwayatkan) dari Abu Zubair, kemudian Abu Zubair (telah meriwayatkan) dari Ibrahim.” Maka Ad-Dakhili: “Sesungguhnya Abu Zubair tidak pernah meriwayatkan dari Ibrahim.” Maka Ad-Dakhili marah kepada beliau.
Beliau berkata kepada Ad-Dakhili: “Coba lihatlah kitab catatanmu!” Maka masuklah Ad-Dakhili ke rumahnya kemudian melihat kepada kitab catatannya, ternyata benarlah apa yang dikatakan beliau. Selanjutnya Ad-Dakhili ke rumahnya bertanya kepada beliau: “Bagaimana sanad yang benar wahai anak muda?” Maka beliau menjawab: “Dia adalah Az-Zubair bin ‘Adi meriwayatkan dari Ibrahim (jadi bukan Abu Zubair).” Ad-Dakhili meminjam pena kepada beliau dan membenarkan catatannya, kemudian mengatakan kepada beliau: “Kamu benar.”
Peristiwa itu terjadi pada saat beliau berusia 11 tahun.
Ketika usia 16 tahun, beliau telah menghafal kitab-kitab karya Abdullah ibnul-Mubarak, Waki’, serta berbagai pendapat ulama kota Roy.
Bahkan pada usia 18 tahun beliau menulis kitab yang berjudul “Qadhaya Ash Shahabah wat Tabi’in wa Aqawilihim”.
Jumlah total guru-guru beliau mencapai 1080 orang.
Kisah Keajaiban Hafalan Beliau
Beliau dikenal memiliki kecerdasan dan kekuatan hafalan yang luar biasa.
Beliau mengatakan: “Aku hafal 100.000 hadits shahih dan 200.000 hadits dhaif.”
Suatu ketika beliau pernah mengambil kitab tentang ilmu kemudian kitab tersebut beliau amati mulai dari awal sampai akhir dengan sekali pengamatan, maka beliau telah menghafal semua hadits yang ada di dalamnya.
Hasyid bin Ismail dan selainnya menceritakan: “Dahulu Abu Abdillah Al-Bukhari belajar bersama kami kepada para ulama Bashrah, ketika itu beliau masih muda. Beliau tidak menulis hadits yang disampaikan oleh sang guru. Hal itu berlangsung selama beberapa hari. Maka kami berkata kepadanya:
“Sesungguhnya engkau belajar bersama kami tapi engkau tidak menulis. Lalu apa yang kamu lakukan? Maka setelah berlalu 16 hari beliau berkata kepada kami: ‘Sesungguhnya kalian berdua terus menerus mengeluhkanku. Coba tunjukkan kepadaku hadits yang telah kalian tulis!’ Maka kami tunjukkan kepada beliau hadits yang telah kami tulis. Kemudian beliau menambahkan 15.000 hadits (ke dalam catatan kami) yang dia bacakan dari hafalannya sampai kami membenarkan catatan kami dari hafalan beliau.
Dikisahkan pula suatu ketika Al-Imam Al-Bukhari singgah di kota Baghdad. Begitu mendengar kedatangan beliau, para ahli hadits kota Baghdad berkumpul dan bermusyawarah untuk menyambut kedatangan beliau. Akhirnya diambillah kesepakatan untuk menguji kekuatan hafalan beliau. Kemudian para ahli hadits mengumpulkan seratus hadits. Seratus hadits tersebut diacak, baik matan maupun sanadnya. Setelah itu, dibagikan kepada sepuluh ahli hadits, sehingga masing-masing membawa sepuluh hadits.
Singkat cerita tibalah saat dinantikan. Manusia pun berkumpul untuk menyaksikan acara tersebut. Mulailah salah seorang penguji menyampaikan hadits satu persatu kepada Al-Bukhari. Tatkala sang penguji menyampaikan hadits pertama, Al-Bukhari menyatakan, “Tidak tahu.” Sampai penguji pertama selesai menyampaikan sepuluh hadits, Al-Bukhari tetap menjawab: “Tidak tahu.” Para ahli hadits yang hadir dalam acara tersebut terlihat saling memandang satu sama lain seraya berkata: “Laki-laki ini benar-benar mengetahui.” Sedangkan orang-orang yang awam justru menyangka sebaliknya yaitu Al-Bukhari tidak tahu apa-apa.
Kemudian tiba giliran penguji kedua. Mulailah ia menyampaikan sepuluh hadits satu per satu. Dan Al-Bukhari tetap menjawab, “Tidak tahu.” Demikian seterusnya penguji ketiga, keempat sampai penguji kesepuluh telah menyampaikan seluruh haditsnya, Al-Bukhari tetap menjawab: “Tidak tahu.” Kemudian Al-Bukhari mengatakan kepada penguji pertama: “Hadits pertama yang engkau bacakan demikian dan demikian, maka yang benar adalah demikian dan demikian.” Demikianlah Al-Bukhari menyebutkan kembali hadits tersebut persis sama seperti yang dibacakan oleh sang penguji, kemudian beliau membetulkan letak kesalahannya. Beliau melakukan hal ini mulai dari hadits pertama sampai hadits keseratus. Manusia pun mengakui akan kehebatan hafalan beliau.
Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata: “Semua orang menunduk di hadapan Al-Bukhari, yang menakjubkan dari beliau bukan pada sisi kemampuan membenarkan hadits yang salah karena beliau memang seorang penghafal hadits. Namun yang menakjubkan adalah kemampuan beliau menyebutkan kembali hadits-hadits yang telah diacak tadi secara tertib dan urut hanya dengan sekali dengar.” Subhanallah..
Jumlah total guru-guru beliau mencapai 1080 orang.
Sumber : http://fadhlihsan.blogspot.com/2012/05/keajaiban-hafalan-al-imam-bukhari.html
Selasa, 14 Agustus 2012
KATA TERAKHIR IMAM SYAFI’I, ABU HANIFAH & IMAM MALIK RAHIMAHUMULLAH SEBELUM BELIAU WAFAT
Kematian Imam Asy-Syafi’i Rahimahullah Imam Al-Muzani sahabat Imam Asy Syafi’i berkata : ” saya menjenguk Imam Asy Syafi’i saat beliau sakit yang menjelang wafatnya,kemudian saya bertanya kepadanya : ”Wahai Abu Abdillah,bagaimana keadaanmu? “,beliau mengangkat kepalanya,lantas berkata : ” Aku akan pergi dari dunia ,berpisah dengan sahabat sahabatku dan bertemu dengan kejelekan amalku,kemudian aku akan menghadap Allah,aku tidak tahu apakah ruh ku akan menuju surga lalu kuucapkan kata selamat padanya,ataukah keneraka lalu aku menolaknya “,selanjutnya beliau menangis.
Selasa, 18 Oktober 2011
Pidato Bahasa Indonesia Tema Sisi Negatif Teknologi
Assalamualaikum warohmatulloh
Untaian puji dan syukur terucap dari hamba yang selalu mengharapkan barokah disetiap kenikmatan yang tak henti-hentinya engkau tebarkan kepada seluruh mahluk diseluruh penjuru dunia. Tampa ada yang terlewatkan satupun dari sekian banyak mahluk yang ada dijagad alam semesta.
Untaian puji dan syukur terucap dari hamba yang selalu mengharapkan barokah disetiap kenikmatan yang tak henti-hentinya engkau tebarkan kepada seluruh mahluk diseluruh penjuru dunia. Tampa ada yang terlewatkan satupun dari sekian banyak mahluk yang ada dijagad alam semesta.
Pidato Bahasa Indonesia Tema Era Globalisasi
Alhamdulillahi robbil alamin. Nahmaduhu bijami’il mahamid, kulliha uddal kalam. Ala jami’I niamihi kulliha ma alima minha wamalam ya’lam. Wa nasykuruhu subhanahu wa taala ala ayyadihi wa ikhsanihi ma khosso minha wa a’mm. wa sholatu wassalam ala sayyidina wa habibina wa syafi’ina muhammadun al makhsusu biakmalil kamalatz wa syafaatil udzma min ilahil kirom. Ammaba’du
perenan generasi muda untuk masa depan
Peran pemuda kian lama kian surut dalam aktifitas-aktifitas sosial di lingkungan mereka. Sebagai generasi muda yang harus mencerahkan masa depan mereka sendiri, tapi peranan pemuda di dalam jiwa mereka seakan telah mati. Bisa dibilang peran pemuda di era globalisasi seperti ini sudah berubah, mereka kebanyakan hanya mengurusi diri mereka sendiri.
Peran pemuda untuk memperbaiki masa depan sepertinya memang surut, tapi bukan itu yang akan saya tulis kali ini. Pada kesempatan kali ini, saya ingin mencoba menanyakan tentang sudah sejauh mana usaha Anda untuk meraih masa depan Anda sendiri dan lingkungan Anda khususnya kepada Anda yang merasa bahwa Anda adalah pemuda yang baik.
Jika Anda adalah pemuda yang baik, tentu peran pemuda dalam aktifitas sosial juga Anda ikuti, bukan begitu? Peran pemuda di era globalisasi seperti sekarang ini, sedang mengalami penurunan, bagaimana dengan Anda? Sudahkah Anda melakukan sesuatu untuk diri Anda sendiri sebagai persiapan meraih masa depan Anda sendiri? Dan sudahkah Anda ikut berperan dalam aktifitas lingkunag sosial anda
Peran pemuda sangatlah penting dalam setiap pembangunan dan pengembangan, tanpa ulur tangan Anda rasanya aktifitas pembangunan dan pengembangan hanya jalan di tempat. Menciptakan sesuatu tanpa pengembangan, itu tidak akan pernah bisa lebih sukses. Lebih sekarat, iya.
Mempersiapkan diri dalam perjalanan kita menuju masa depan juga merupakan bagian penting dalam setiap peran pemuda. Kalau peran pemuda sendiri hanya untuk kesenangan sesaat, mau jadi apa besok? Jika Anda telah berada di masa depan, jangan proteskan dan salahkan para pemimpin jika Anda tidak bisa lagi bangkit. Seharusnya Anda menyadari sejak awal apa saja yang telah Anda perbuat untuk diri Anda sendiri. Itu seharusnya peran pemuda untuk diri sendiri, tahu apa yang harus dilakukan.
Tak berhenti sampai di situ, peran pemuda akan terus dibutuhkan dalam setiap aktifitas pembangunan dan pengembangan tadi. Jangan cuma melihat dan menikmati, meski hanya sepatah kata dalam peran Anda sebagai pemuda, itu akan lebih baik dalam pembangunan dan pengembangannya nanti.
Sepatah kata dari seorang pemuda akan lebih berharga daripada 100 pemuda yang hanya melihat dan menikmati. Cobalah untuk ambil peran dalam setiap pembangunan dan pengembangan di lingkungan sosial Anda sendiri, peran jiwa pemuda Anda sangat berarti dalam prosesnya.
Jadi sudah sejauh mana usaha peran pemuda Anda untuk diri Anda sendiri dan lingkungan sosial di tempat Anda? Perhatikan diri Anda dan lingkungan sosial Anda, apa yang perlu dilakukan untuk meraih masa depanAnda dan lingkungan Anda? Dari situ maka peran pemuda dari jiwa Anda bisa terlahir.
Langganan:
Postingan (Atom)
